Designed by Yurz,2014
بسم الله الرحمن الرحيم
Berbagi Sehat Herbal
Berbagi Sehat Herbal
Sunday, 19th August 2018, 02:06:40 AM
Anda pengunjung ke :  30,404   Visitors Online =1

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis. Artikel ini bukan pengganti dokter.Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.

 

Ablasio Retina

Ablatio retina adalah lepasnya lapisan sensoris retina (sel batang dan sel kerucut) dari lapisan epitel pigmen retina. Diantara kedua lapisan tersebut akan terkumpul cairan yang disebut cairan subretina. Penderita ablatio retina akan mengeluh penglihatan nya kabur secara mendadak. Pada awalnya sebelum terjadi ablatio retina seseorang akan merasakan penglihatannya seperti ada kotoran, ada bintik bintik hitam atau bayang bayang hitam seperti garis garis pada lapangan penglihatannya (floaters) dan dapat juga disertai adanya sensasi kilatan kilatan cahaya (fotopsi) selanjutnya secara cepat penglihatan seperti tertutup tirai dan bahkan gelap sama sekali.

Kejadian Ablatio retina cukup sering dijumpai pada praktek sehari hari dokter mata. Ablatio retina dapat terjadi pada semua kelompok usia namun umumnya pada usia dewasa muda maupun usia lanjut baik pada laki laki maupun perempuan.

Berdasarkan proses terjadinya ablatio retina dapat dikelompokan dalam 3 jenis yaitu ablatio retina regmatogen karena adanya robekan/lubang pada retina, ablatio retina traksional oleh karena tarikan terhadap retina dan ablatio retina eksudatif akibat komplikasi penyakit lain misalnya adanya tumor, hipertensi, peradangan dll.

Beberapa faktor berpengaruh terhadap kejadian ablatio retina regmatogen seperti miopia tinggi,degenerasi retina, trauma, riwayat operasi intraokular, riwayat keluarga dengan ablatio retina, proses penuaan.

Sebelum kejadian retina terlepas dapat dilakukan tindakan preventif dengan tindakan fotokoagulasi laser terhadap retina yang tipis atau adanya robekan atau lubang pada retina.

Beberapa tindakan untuk penanganan ablatio retina regmatogen dan traksional antara lain dengan pneumatic retinopexy, pembedahan scleral bucling dan vitrektomi bila ablatio retina sudah dalam keadaan lanjut terhadap ablatio retina eksudatif penangan ditujukan terutama mengatasi penyakit yang menjadi penyebabnya. Prognosa pasca penanganan ablatio retina tergantung pada faktor faktor lama terjadinya ablatio retina, proses terjadinya ablatio retina, adanya faktor penyulit atau komplikasi lain pada mata. Dengan penanganan yang cepat dan tepat maka akan diperoleh fungsi penglihatan yang maksimal.

000webhost logo