Designed by Yurz,2014
بسم الله الرحمن الرحيم
Berbagi Sehat Herbal
Berbagi Sehat Herbal
Wednesday, 24th January 2018, 05:28:55 AM
Anda pengunjung ke :  0   Visitors Online =1

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis. Artikel ini bukan pengganti dokter.Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.

 

Abses Parafaringeal

Definisi
Abses parafaring adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dalam ruang parafaring.

Etiologi
Kuman penyebab biasanya campuran aerob dan anaerob.

Patofisiologi

Infeksi terjadi secara langsung; proses supurasi yang menjadi sumber infeksi; atau penjalaran infeksi dari ruang peritonsil, retrofaring, atau submandibula.

Faktor Predisposisi
Diabetes melitus, lupus eritematosus, dll.

Manifestasi Klinis
Demam, leukositosis, nyeri tenggorok, nyeri menelan, trismus, indurasi atau pembengkakan di daerah sekitar angulus mandibula, dan pembengkakan dinding lateral faring hingga menonjol ke arah medial.

Komplikasi
Peradangan intrakranial, mediastinum; kerusakan dinding pembuluh darah sehingga terjadi perdarahan hebat akibat ruptur pembuluh karotis; komplikasi pada nerws vagus; edema laring; pendorongan trakea; periflebitis, endoflebitis, tromboflebitis; dan septikemia.

Pemeriksaan Penunjang
Foto jaringan lunak AP menunjukkan penebalan jaringan lunak parafaring dan pendorongan trakea ke samping depan. Dengan tomografi komputer terlihat jelas abses dan penjalarannya.

Diagnosis Banding
Parotitis, abses submandibula, dan tumor.

Penatalaksanaan
Pasien dirawat inap di rumah sakit sampai gejala dan tanda infeksi reda.

Diberikan antibiotik dosis tinggi terhadap kuman aerob dan anaerob secara parenteral. Sebelum ada hasil kultur, diberikan penisilin 600.000-1.200.000 unit atau ampisilin 3-4 x 1-2 gram atau gentamisin 2 x 40-80 mg, kloramfenikol 3 x 250-500 mg, metronidazol 3 x 250-500 mg. Abses segera dievakuasi secara eksplorasi dalam anestesi umum. Caranya melalui insisi dari luar dan intraoral. Dari luar, insisi dilakukan 2 jari di bawah dan sejajar mandibula. Secara tumpul dilanjutkan dari batas anterior otot sternokleidomastoideus ke arah atas belakang menyusuri bagian medial mandibula dan m. pterigoid interna mencapai ruang parafaring dengan terabanya prosesus stiloid. Bila nanah terdapat dalam selubung karotis, insisi dilanjutkan vertikal dari pertengahan insisi horizontal ke bawah di depan otot sternokleidomastoideus (cara Mosher).

Insisi intraoral dilakukan bila perlu sebagai tambahan terhadap insisi luar, pada dinding lateral faring. Ekplorasi dilakukan dengan klem arteri menembus otot konstriktor faring superior ke dalam ruang parafaring anterior.

- See more at: http://wikimed.blogbeken.com/abses-parafaring#sthash.yXD7gkjS.dpuf

www.000webhost.com