Designed by Yurz,2014
بسم الله الرحمن الرحيم
Berbagi Sehat Herbal
Berbagi Sehat Herbal
Sunday, 24th June 2018, 08:53:42 AM
Anda pengunjung ke :  0   Visitors Online =1

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis. Artikel ini bukan pengganti dokter.Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.

 

Aborsi

Gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

Dalam ilmu kedokteran, istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan aborsi:
Spontaneous abortion: gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami.
Induced abortion atau procured abortion: pengguguran kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya adalah:
Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, kadang-kadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat.
Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan lain.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah "keguguran" biasanya digunakan untuk spontaneous abortion, sementara "aborsi" digunakan untuk induced abortion.

Banyak Dilakukan Masyarakat Di Negara Berkembang
Dua anak merupakan jumlah keinginan yang paling umum untuk sebagian masyarakat yang telah fasih/mengenal dengan baik konsep keluarga berencana. Di samping itu, keguguran tidak termasuk dalam kategori dari analisis yang mereka lakukan.

Angka aborsi dapat menurun sekitar ¾ % (atau 0,45%) untuk satu wanita bila penggunaan kontrasepsi meningkat hingga sekitar 10%. Sekali lagi, John dan Charles mengemukakan hasil perhitungannya, bahwa hal ini dapat terjadi jika para wanita itu menafsirkan dan yakin kalau menggunakan alat kontrasepsi itu akan efektif hingga 95%.

Namun, penggunaan kontrasepsi yang tidak merata di seluruh dunia tentu memberikan hasil yang berbeda-beda. Di Amerika Utara dan Eropa Barat misalnya, para wanita usia subur rata-rata sudah menggunakan alat kontrasepsi. Sementara angka tersebut hanya kurang sekitar 10% di Afrika.

Hal ini mengakibatkan peningkatan kesempatan untuk menggunakan alat kontrasepsi bagi para wanita ini akan menurunkan keinginan untuk aborsi yang dapat beresiko tinggi bagi sang ibu. Namun, hal ini, tentu saja tergantung dari kapan dan cara aborsi yang ditempuh.

John dan Charles menambahkan, bahwa pelayanan mengenai alat kontrasepsi dan penanggulangan aborsi di negara-negara berkembang, Indonesia mungkin termasuk di antaranya. Masih kelihatan lemah, sehingga tingkat aborsi masih melonjak, jauh dari yang diharapkan. Laporan ini dipublikasikan dalam jurnal Studies in Family Planning yang dikutip melalui klinikpria.com.

Jadi, hendaknya kita -- masyarakat Indonesia, terutama kaum muda dan generasi penerus -- harus lebih selektif dan pintar memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk demi masa depan diri Anda sendiri terutama orangtua, sanak saudara, dan bangsa.

Jangan kita terbawa arus yang salah yang akhirnya dapat membuahkan penyesalan seumur hidup, apalagi dengan kenikmatan cinta sesaat, ketika melakukan hubungan seksual di luar nikah - yang sekarang ini makin banyak dilakukan kalangan muda, apalagi kalau kita sampai melakukan aborsi. Anda tidak ingin disebut manusia bodoh, bukan? Lagipula, kita adalah makhluk beragama. Ingat itu!

000webhost logo