Designed by Yurz,2014
بسم الله الرحمن الرحيم
Berbagi Sehat Herbal
Berbagi Sehat Herbal
Sunday, 24th June 2018, 08:45:55 AM
Anda pengunjung ke :  0   Visitors Online =1
 

Cara Alami Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tekanan darah tinggi bisa berisiko terhadap penyakit mematikan seperti stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Konsumsi obat darah tinggi, di samping bisa menurunkan tekanan darah, juga mengandung efek samping.

Tapi jangan khawatir, tekanan darah yang tinggi tak melulu harus diatasi dengan obat-obatan kimia. Terdapat 13 cara alami untuk menurunkan tekanan darah, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (23/7/2013):

1. Konsumsi Kentang
"Konsumsi buah dan sayuran yang kaya potasium dengan jumlah 2.000 sampai 4.000 mg per hari, merupakan bagian penting dari program penurun tekanan darah apapun," kata Linda Van Horn, PhD, RD, profesor kedokteran preventif di Northwestern University Feinberg School of Medical. Produk yang kaya akan kalium misalnya kentang, ubi jalar, tomat, jus jeruk, pisang, kacang merah, kacang polong, blewah, melon, dan buah-buahan kering seperti plum dan kismis.

2. Jalan Cepat
Pasien hipertensi yang melakukan olahraga jalan dengan langkah cepat bisa menurunkan tekanan darahnya hampir 8 mmHg per 6 mmHg. Latihan fisik seperti ini membantu penggunaan oksigen di jantung lebih efisien sehingga jantung tidak bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Lakukan latihan seperti ini setidaknya 30 menit dalam seminggu dengan adanya peningkatan jarak dan kecepatan berjalan, maka tekanan darah dan kesehatan jantung Anda bisa terjaga.

3. Ambil Napas Dalam-dalam
Bernapas secara perlahan dan melakukan meditasi seperti qigong, yoga, dan tai chi bisa menurunkan hormon stres yaitu renin, enzim pada ginjal yang bisa meningkatkan tekanan darah.

4. Dengarkan Musik
Menurut peneliti di University of Florence, Italia, lagu-lagu yang tepat bisa membantu menurunkan tekanan darah. Mereka meminta 28 orang dewasa yang sudah minum obat hipertensi untuk mendengarkan musik klasik, Celtic, atau India selama 30 menit setiap hari sambil bernapas perlahan-lahan. Setelah satu minggu, kadar sistolik mereka turun rata-rata sebesar 3,2 poin dan sebulan kemudian kadarnya turun sebanyak 4,4 poin.

5. Batasi Asupan Garam
Beberapa orang yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi lebih mungkin memiliki tekanan darah yang sangat sensitif terhadap garam. "Tapi karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah seseorang sensitif dengan garam, maka asupan sodiumnya harus diturunkan," kata Eva Obarzanek, PhD, peneliti gizi di National Heart, Lung, and Blood Institute. Batasan konsumsi garam yakni 1.500 mg per hari atau kurang lebih tiga per empat sendok teh. Obarzanek mengatakan sebaiknya perhatikan jumlah garam dalam makanan olahan karena dari sanalah sebagian besar garam berasal. Lebih baik bumbui makanan dengan rempah-rempah, herbal, lemon, dan campuran bumbu bebas garam

6. Nikmati Dark Chocolate
Varietas dark chocolate mengandung flavanol yang membuat pembuluh darah elastis. Pada sebuah penelitian, 18 persen dari pasien yang makan dark chocolate setiap hari mengalami penurunan tekanan darah. Sebaiknya konsumsi setengah ons dark chocolate setiap harinya tapi pastikan dark chocolate itu setidaknya mengandung 70 persen kakao.

7. Beralih ke Kopi Tanpa Kafein
Sebuah penelitian dari Duke University Medical Centre menemukan bahwa konsumsi kafein 500 mg atau setara tiga cangkir kopi tekanan darah meningkat sebanyak 4 mmHg dan jumlah ini juga berefek pada waktu tidur. "Kafein bisa meningkatkan tekanan darah dengan memperketat pembuluh darah dan memperbesar efek stres. Ketika Anda stres, jantung akan memompa lebih banyak darah sehingga tekanan darah meningkat, terlebih lagi ditambah efek kafein tersebut," jelas penulis utama studi, Jim Lane, PhD.

8. Minum Teh
Peserta penelitian yang minum 3 cangkir teh kembang sepatu setiap hari selama enam minggu, tekanan darah sistolik mereka turun sebanyak 7 poin. Menurut penulis studi, fitokimia pada kembang sepatulah yang berperan dalam mengurangi tekanan darah tinggi. Kembang sepatu banyak terkandung dalam teh herbal.

9. Kurangi Sedikit Pekerjaan
Menurut penelitian di University of California, Irvine, bekerja di kantor lebih dari 41 jam per minggu menimbulkan risiko hipertensi sebesar 15 persen. Studi ini melibatkan 24.205 warga California.

Menurut ketua peneliti, Haiou Yang, PhD, lembur membuat orang sulit berolahraga dan makan makanan sehat. Ia mengakui memang sulit mengurangi jam kerja di masa seperti ini tapi tak ada salahnya untuk menyempatkan waktu ke gym atau memasak makanan sehat.

10. Cari Bantuan Jika Mendengkur
Mendengkur merupakan salah satu gejala obstructive sleep apnea (OSA). Peneliti dari University of Alabama menemukan bahwa banyak penderita sleep apnea memiliki kadar aldosteron yang tinggi. Aldosteron adalah hormon yang bisa meningkatkan tekanan darah. Jika mengalami sleep apnea, Anda mungkin mengalami banyak gangguan saat tidur. Jika memiliki hipertensi, sebaiknya konsultasikan sleep apnea Anda agar mendapat obat untuk bisa menurunkan kadar aldosteron.

11. Ganti Karbohidrat dengan Kedelai
Sebuah studi dari Journal of American Heart Association, untuk pertama kalinya menemukan bahwa mengganti karbohidrat dalam menu diet dengan makanan mengandung kedelai atau susu berprotein, seperti susu rendah lemak, bisa menurunkan tekanan darah sistolik pada pasien hipertensi atau prehipertensi.

12. Konsumsi Suplement
Laporan dari 12 studi menunjukkan bahwa koenzim Q10 bisa menurunkan tekanan darah hingga 17 mmHg. Antioksidan yang diperlukan untuk produksi energi bisa melebarkan pembuluh darah. Sebaiknya, konsultasikan pada dokter berapa miligram suplemen yang harus dikonsumsi setiap harinya.




Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa 100 % dipastikan.  Hanya berupa pengalaman penyembuhan.  Di-share untuk dipadukan dengan sumber terpercaya lainnya atau konsultasikan dengan ahli kesahatan profesional.

000webhost logo